MOM…
March 15th, 2006 by chaty-radcliffeSatu bulan yang lalu, tepatnya tanggal 15 February, hari dimana aku harus diperhadapkan pada satu ujian terberat dalam hidupku sampai pada hari ini. Gimana nggak? kalo 1 dari orang yang paling kita cintai (mama) harus kita relakan untuk menghadap Bapa di Surga. Terkadang kalo mengingat kejadian itu, aku masih sering merasa kalo itu hanyalah mimpi buruk yang panjang dan melelahkan. Bahkan sampai pada hari ini, aku masih merasa kalo mama masih ada di rumah, dan jikalau aku balik nanti, aku akan menemuinya, dan merasakan kembali masakan yang paling enak buatku. Bukannya aku nggak bisa menerima kenyataan, tapi kenangan selama 20 tahun ( almost 21) dalam hidupku, terlalu sulit untuk dilepas begitu aja.
Mama…
Buatku, ada 2 pribadi yang telah rela menyerahkan nyawanya supaya aku dapat hidup. Yang pertama tentu saja, juru selamat pribadiku, Mr. JC (Tuhan Yesus) yang rela mati buatku. Dan yang kedua?? tentu saja MAma….How??? ya… hampir 21 tahun yang lalu, tanggal 12 Mei 1985, dalam menunggu kelahiran seorang bayi, terjadi kegemparan, dimana anak ini sangat sulit untuk dilahirkan. Pada saat penanganan bidan, seorang bayi yang normalnya lahir kepala duluan ( presentesai kepala), eh malah yang nongol tangan kanan-nya( termasuk dalam posisi lintang/ transversal lies). Kehebohan ini, harus membawa si Ibu ke rumah sakit dan menjalani operasi sectio seccaria. Kondisi kritis dan pemulihan yang cukup lama, serta bekas jaringan parut yang selalu mengingatkan anak itu akan pengorbanan ibunya, yang sekarang udah ga bisa dilihat lagi.
Terkadang aku bertanya, kenapa semua ini bisa terjadi dalam kehidupanku? Aku mendengar banyak kematian dan orang 2 yang ditinggalkan oleh orang yang mereka kasihi, tetapi tidak pernah sedikitpun kepikiran olehku kalau hal ini bisa terjadi padaku. Tidak pernah sedikitpun aku merasa bahwa aku harus menghadapi hal ini juga saat ini. Karena tidak ada hal2 yang membawa kita untuk menghadapi ha itu. banyak rencana yang telah dirancang olehku, di saat aku lulus nanti, banyak hal yang sangat ingin aku lakukan untuk membuat keduaorangtuaku bangga, tapi sekali lagi aku diingatkan bahwa Rancangan Tuhan bukanlah rancanganku. Tuhan punya rencana dalam kehidupanku, seperti apapun bentuknya, walaupun pada prosesnya kita merasa kalu yang kita hadapi terlalu kejam ataupun menyedihkan, tapi rencana itu akan selalu berakhir dengan baik dan indah, jikalau kita tetap hidup di dalamNya. Mudah untuk dikatakan tapi sulit jikalau kita sendiri yang harus menghadapinya…
Kejadian ini mengingatkan aku akan 1 lagu yang cukup aku gemari, " If tommorrow never comes". Kejadian ini juga yang mengingatkanku bahwa kita nggak tau apa yang akan kita hadapi esok hari, apakah kita masih diberi kesempatan untuk menjalani hari esok atau tidak? Lakukan lah yang terbaik yang bisa kamu lakukan hari ini, dan jangan lupa untuk mengucapkan rasa sayangmu pada orang2 sekitarmu yang kamu kasihi. Buatku pribadi, aku cukup menyesal karena, aku tidak mengucapakan "sayang" pada mama, di masa hidupnya, karena dia selalu sempurna di mataku.
"MOM…I love you so much"